Seiring meningkatnya promosi pemerintah India untuk meningkatkan perjalanan wisata ke negara mereka, banyak juga masyarakat Bali yang melakukan kegiatan Tirta Yatra ke India, pastinya juga dengan banyaknya turis India yang melancong ke Bali, otomatis perjalanan ke India sudah terbuka dan prosesnya dipermudah.
Konsulat India di Indonesia sampai pada saat ini ada di Ibukota Jakarta, Kota Medan dan Bali. Beruntung saya di Bali, jadi saya tidak perlu jauh-jauh naik pesawat ke Jakarta untuk apply. Sebenarnya ada fitur E-Visa Tourist, banyak yang apply dan disarankan dari konsulat sendiri, untuk paper-less environment kali yaa, tapi saya agak skeptis, just in case kalau sistem di imigrasi ketibaan kacau, trip saya bisa gagal maning, biayanya pun beti beti alias beda tipis.
Nah, ini pengalaman nyata dan pribadi saya mendaftar ijin masuk (visa) ke konsulat India yang di Bali:
Consulate General of India
Jalan Raya Puputan Renon No. 163, Denpasar Selatan, Kota Denpasar 80235
(0361) 259502
FYI, jam operasional konsulat harus disesuaikan dengan tujuan kita ya, gesss:
Jam daftar visa: 09.00-11.00
Jam pengambilan visa: 16.00-17.00
Dokumen yang HARUS dan WAJIB disertakan: (menghindari pengalaman saya bolak-balik Nusa Dua-Renon karena dokumen tidak lengkap)
- Bukti pembelian tiket pesawat PULANG-PERGI yang telah dikonfirmasi, cetak/Print Out
- Paspor Asli, masa berlaku MINIMAL 6 BULAN
- Fotocopy PASPOR dan KTP
- Paspoto berwarna 5x5 2 lembar: Tempel 1 lembar di Formulir Visa dan 1 untuk arsip di konsulat. Bisa Upload via online, tapi saya sediakan saja untuk kelancaran verifikasi data di konsulat
- Bukti pemesanan kamar hotel selama perjalanan. Nah ini bagian menariknya yang bikin saya bolak balik, saya pakai perjalanan dari agen wisata artinya saya tidak pesan hotel via online, otomatis tidak ada konfirmasi booking hotel. Konsulat mewajibkan informasi tempat tinggal kita pada saat berwisata, jadi saya diharuskan menyertakan surat konfirmasi dari biro wisata tempat saya membeli paket tur yang menyatakan Nama, No Paspor, Tanggal Perjalanan dan HOTEL menginap (lengkap dengan alamat dan no. telepon yang bisa dihubungi)
- Cetak rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir dari tanggal pengajuan visa. Jumlah saldo yang terakhir saya tampilkan di rekening sejumlah biaya akomodasi wisata saya ke India plus biaya belanja. Pada saat interview sih hanya dilihat oleh interviewer tanpa bertanya, tapi ini WAJIB ADA ya.
- Formulir pendaftaran (Visa Application Form) yang diisi online (penjelasan dibawah)
- Uang tunai Rp1,400,000, jumlah sebenarnya pada saat pendaftaran saya Rp1,360,000 (biaya Rp1,320,000 + Adm Rp40,000), bawa lebih untuk jaga-jaga ada baiknya.
Pengisian data diri online via website: https://www.indianvisasonline.org.in/ disini kita hanya mengisi formulir data diri sesuai dengan informasi yang diminta.
PENTING!!! Cantumkan nomor kontak yang bisa dihubungi pada saat berwisata, disini saya taruh tour guide di India lengkap dengan alamat dan no. telpnya.
Kalau data yang diminta belum bisa diisi, form tsb bisa di-SAVE kemudian dilanjutkan kembali, namun HARUS SCREENSHOT atau CATAT Temporary Application ID untuk masuk kembali. Tanpa Temporary Application ID ini form yang sudah diisi tidak bisa dibuka kembali. Nanti akan ada notifikasi pada saat pengisian untuk menyimpan Temporary Application ID tsb.
SELESAI mengisi data tsb, save di PDF untuk backup dan cetak.
Usahakan periksa sekali lagi semua dokumen yang harus dicetak sebelum berangkat ke konsulat, ada toko print sejarak 100m jalan kaki dari konsulat, biayanya Rp8,500 untuk hitam putih ya gess..membahana dongss (sharing kisah sedih saya...)
Berangkatlah saya ke konsulat India pagi-pagi buta mengingat cuaca kota Denpasar yang bohay panasnya, macetnya dan debu proyek pengembangan jalannya. Usahakan tiba disana lebih awal, kita diijinkan menunggu di luar kantor konsulat oleh staf keamanan koq. Anyway gess, tidak ada lahan parkir yaa, jadi para pengendara motor maupun mobil akan memarkir di pinggir badan jalan kantor konsulat, disahkan koq, malah diarahkan kesana.
Sebelum masuk kantor konsulat, yang diperbolehkan dibawa masuk hanya dokumen pengajuan, uang tunai dan HP (ada security yang meminta HP untuk dimatikan), sisanya ditinggal di pos security dan nanti dikasih nomor untuk pengambilan. Ini bukan nomor antrian untuk daftar visa ya, ada baiknya semua dokumen, uang tunai dan keperluan lainnya ditaruh di satu tempat terpisah (map/bant*x folder) dalam tas sebelum berangkat, jadi kamu tinggal mengeluarkan map/bant*x folder itu dan serahkan tas ke pak security biar gak kesalip sama pendaftar lainnya karena sibuk pisahin barang-barang.
Sampai didalam konsulat, ambil nomor antrian di layar touch-screen di sebelah kiri (kadang ada receptionistnya, kadang tidak.. jadi kita mandiri yaa hehehe) dan meluncur lurus langsung atau cari tanda CONSULAR SERVICE (kali aja kantornya dipindah-pindah ya gesss).
Tunggu sampai antrian kamu dan semua data-data akan diperiksa oleh verifikator ramah yang sekalian akan meng-interview tujuan berwisata, lama wisata, dll. Santai aja.. ini ga serem sama sekali koq, malah diajak ngobrol dan maklum aja kalau ngantrinya lama, karena mereka harus teliti. Kemudian pelunasan biaya, pengambilan sidik jari dan foto.
Pengambilan visa bisa dilakukan di hari yang sama, nanti ditulis jam pengambilan oleh si verifikator di bukti bayarnya, dan ini harus ditunjukkan pada saat pengambilan visa yang ditempelkan di paspor asli yang kita serahkan pada saat interview.
Simple gessss!!!
Jadi pembuatan visa ke India itu sebenarnya bisa selesai dalam 1 (satu) hari kerja, asal....... semua dokumen sudah lengkap. Ternyata lebih menyenangkan diurus sendiri buat nambah pengalaman.
No comments:
Post a Comment